Kaligunting, Madiun – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 68 menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis air cucian beras di Aula Balai Desa Kaligunting, Kec. Mejayan pada Senin, 19 Januari 2026.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN yang bertema Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan UMKM, bertujuan mengedukasi pengelolaan limbah rumah tangga—khususnya air cucian beras—menjadi pupuk organik cair ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan tiga kelompok tani yaitu Kelompok Tani Pelita, Gajah Arum, dan Sumber Urip.
Kegiatan pelatihan POC ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kemandirian pangan dan produktivitas pertanian berkelanjutan, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan konsep zero waste, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat masyarakat.
Bapak Hadi Triono menyampaikan pengelolaan limbah rumah tangga penting untuk dipahami. “Ternyata air cucian beras yang selama ini dibuang rupanya memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC,” ungkapnya (19/01). Menurutnya, sosialisasi ini meningkatkan pengetahuan kelompok tani dalam mengolah limbah organik untuk mendukung konsep zero waste dan pertanian berkelanjutan. “Masyarakat bisa membuat pupuk sendiri dari bahan yang mudah didapat di rumah, jadi lebih mandiri dan hemat biaya,” ujarnya (19/01).
Bapak Simun Prabowo dari Kelompok Tani Pelita mengapresiasi program ini. “Jadi nanti kita tidak perlu beli pupuk kimia terus-menerus, bisa bikin sendiri dari limbah dapur buat budidaya sayur dan buah di rumah,” jelasnya (19/01). Pelatihan ini membuka peluang kemandirian pupuk sekaligus mendukung kemandirian pangan.
Ketua KKN 68 UNS, Yanu Ferdika Putra, berharap peserta dapat menerapkan dan mengembangkan pupuk organik secara mandiri di rumah agar program ini dapat berkelanjutan. Mahasiswa KKN UNS berharap dapat memberikan kontribusi nyata untuk pemberdayaan masyarakat Desa Kaligunting, khususnya kelompok tani.




