Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Budidaya Azolla sebagai Pupuk Hayati di Desa Kaligunting

Kaligunting – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret melaksanakan program kerja berupa sosialisasi dan praktik budidaya azolla di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Mahasiswi KKN UNS 2026 Kelompok 68 menjelaskan mengenai azolla kepada kelompok tani

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 di Aula Balai Desa Kaligunting ini diikuti oleh anggota kelompok tani setempat. Program kerja ini mengangkat judul “Budidaya Azolla Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Pupuk Hayati Alternatif untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan” dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertanian ramah lingkungan di desa.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat berdampak pada penurunan kualitas tanah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh petani. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah azolla, tanaman paku air yang memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung perbanyakan azolla menggunakan media sederhana berupa galon bekas. Media tersebut diisi dengan campuran tanah lapisan atas dan pupuk kandang matang, kemudian ditambahkan air hingga kondisi tergenang. Setelah itu, bibit azolla ditebarkan secara merata di permukaan air sebagai tahap awal budidaya.

Praktik ini dirancang sesederhana mungkin agar dapat dengan mudah direplikasi oleh kelompok tani menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias dan aktif berdiskusi. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai cara perawatan, kebutuhan air, waktu panen, serta pemanfaatan azolla sebagai pupuk hijau di lahan pertanian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kelompok tani Desa Kaligunting dapat memahami manfaat azolla serta mampu membudidayakannya secara mandiri sebagai alternatif pupuk hayati. Hasil praktik berupa kultur awal azolla kemudian diserahkan kepada perwakilan kelompok tani sebagai contoh untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dengan adanya program kerja ini, diharapkan budidaya azolla dapat menjadi salah satu langkah kecil namun nyata dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan tanah yang lebih ramah lingkungan.

Foto bersama kelompok tani dengan KKN UNS 2026 Kelompok 68

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *